JAKARTA (Bisnis.com): Membaiknya sentimen positif dari bursa global dan regional serta kenaikan harga komoditas diperkirakan menjadi faktor positif yang mendorong penguatan IHSG pada perdagangan hari ini. Selain itu, penguatan rupiah dan keputusan BI untuk mempertahankan BI Rate tetap pada level 6,5% diperkirakan juga merupakan sentimen positif dari dalam negeri.

Mega Capital Indonesia menyatakan indeks harga saham gabungan (IHSG) hari ini diperkirakan menguat, dan diprediksi bergerak pada kisaran 2460-2490 dengan target intraday support dan resistance berikutnya berada pada kisaran 2440-2505.

Pada perdagangan kemarin IHSG ditutup naik tipis +0,565%. Setelah bergerak dua arah akhirnya IHSG berhasil ditutup menguat tipis, dengan kontribusi terbesar pada sektor konstruksi dan pelemahan terbesar pada sektor aneka industri. Bursa Asia ditutup mix. Rupiah menguat ke level 9.542 per dolar AS.

Indeks saham di Wall Street AS rebound. Indeks utama di bursa Wall Street ditutup menguat setelah mengalami pelemahan empat hari berturut-turut. Penguatan tersebut dipicu oleh optimisme akan kinerja emiten yang akan segera dirilis dan membaiknya data sektor jasa untuk pertama kali sejak Agustus 2008. Data ISM Service September menunjukkan perbaikan dibandingkan bulan sebelumnya 50,9 dari 48,4. Saham keuangan menguat setelah Goldman Sachs menaikkan peringkat sektor perbankan dari 'netral' menjadi 'menarik' dan menyatakan bahwa harga saham perusahaan tersebut tidak mencerminkan kinerjanya yang bagus.

Mega Capital menambahkan investor mengharapkan bahwa kinerja yang bagus pada triwulan kedua akan berlanjut pada triwulan ketiga yang mulai diumumkan pada pekan ini, dimulai dari Alcoa pada Rabu. Pada triwulan kedua lalu, lebih dari 70% emiten yang masuk dalam indeks S&P 500 mencatatkan kinerja yang lebih baik dari estimasi. Indeks Dow Jones, Nasdaq Composite dan indeks S&P500 masing-masing ditutup +1,18%, +0,98% dan +1,49%.

Dolar AS melemah seiring dengan menurunnya permintaan akan aset yang kurang beresiko karena membaiknya data indikator ekonomi. Harga minyak mentah pagi ini menguat pada level US$70,47 per barel yang didorong oleh pelemahan dolar AS dan sentimen positif dari bursa saham. Dilain pihak, berkurangnya ancaman geopolitik terhadap penyulingan minyak di tengah kecemasan akan permintaan dan tingginya cadangan minyak sempat membuat harga minyak mentah tertekan di awal sesi.

Harga emas menguat pada level US$1016,3 per ounce yang antara lain ditopang oleh pelemahan dolar AS, kenaikan harga minyak mentah serta kecemasan akan ketidakpastian ekonomi. Pagi ini bursa kawasan Asia bergerak menguat.