Langkah Fed dan krisis Eropa ditenggarai sebagai alasan

Prospek Federal Reserve AS menghapus kebijakan dana stimulus dianggap sebagai hal yang memperparah perlambatan di pasar negara berkembang, sehingga memaksa lembaga seperti Dana Moneter Internasional memangkas prospek pertumbuhan global tahun ini dan berikutnya pada Selasa.

Perkiraan pertumbuhan IMF ini muncul atas semakin memburuknya kontraksi di zona euro dan revisi penurunan pertumbuhan di AS karena pemotongan anggaran federal telah mendera lebih lama dari lembaga tersebut perkirakan.

IMF memangkas proyeksi pertumbuhan untuk tahun ini dan tahun depan sebesar 0,2 persentase poin dari penilaian terakhirnya pada bulan April. IMF perkirakan pertumbuhan 2013 hanya sebesar 3,1% dan output 2014 berada pada angka 3,8%. IMF mengatakan risiko penurunan prospek pertumbuhan global masih mendominasi.

"Sementara risiko lama masih mendera, risiko baru justru muncul, termasuk kemungkinan perlambatan pertumbuhan lebih lama di negara pasar berkembang," kata IMF dalam laporan terkini World Economic Outlook.

Negara-negara seperti China, Brasil dan India menghadapi potensi pertumbuhan yang lebih rendah, memperlambat kredit dan kondisi keuangan yang lebih ketat karena investor mempertimbangkan untuk menarik uang mereka dari pasar negara berkembang guna mendapatkan keuntungan yang lebih tinggi di Amerika Serikat, di mana suku bunga meningkat. Lembaga tersebut menurunkan ekspektasi pertumbuhan pesar negara berkembang sebesar 0,3 persentase poin, dan meramalkan produksi tahun ini hanya sebesar 5% dan 5,4% pada tahun 2014. Brazil, China dan Rusia mengalami dampak terbesar dengan sebagian pemangkasan pertumbuhan tersebut.

The Fed yang memicu semburan pembalikan arus modal bulan lalu setelah para pejabat Fed uraikan rencana kemungkinan keluar dari kebijakan stimulus bank sentral. Prospek kenaikan suku bunga menyebabkan investor merestrukturisasi portofolio mereka, sehingga memicu volatilitas di pasar mata uang, obligasi dan ekuitas di seluruh dunia. IMF berharap perputaran liar pasar akan terselesaikan.

Dengan prospek pertumbuhan lemah dan pasar berpotensi mengalami peningkatan yang berlebihan, pasar negara berkembang menghadapi ancaman ketidakstabilan keuangan, IMF memperingatkan.

Sementara itu, zona euro menghadapi kontraksi yang semakin memburuk. IMF mengatakan kawasan mata uang bersama itu diperkirakan akan kontrak sebesar 0,6% tahun ini sebelum rebound 0,9% tahun depan. Senin kemarin, lembaga tersebut mendesak Bank Sentral Eropa untuk menurunkan kebijakan suku bunga dan menggunakan cara lain untuk memacu pinjaman.

IMF juga menurunkan prospek pertumbuhan AS karena saat ini IMF memperkirakan pemotongan anggaran federal otomatis tidak akan diganti dengan langah pengurangan defisit yang lebih bertahap. Lembaga itu melihat perekonomian AS berkembang sebesar 1,7% tahun ini dan 2,7% tahun depan.