BoE pertahankan kebijakan moneter, ECB lakukan keputusan serupa

Pada pertemuan penetapan suku bunga pertama di bawah gubernur baru Mark Carney, para pembuat kebijakan di Bank Sentral Inggris, Bank of England (BoE), pertahankan program pengenduran kuantitatif nya, QE, karena data ekonomi menunjukkan pemulihan yang semakin menguat.

Keputusan yang sama juga dilakukan oleh Bank Sentral Eropa, European Central Bank (ECB), kembali mempertahankan suku bunga utamanya untuk bulan kedua berturut-turut.

Pada pertemuan pertama gubernur baru ini, kesembilan anggota Komite Kebijakan Moneter (MPC) BoE, memutuskan untuk mempertahankan program pembelian asetnya yang senilai 375 miliar pound tersebut. Dalam pertemuan ini, panel juga memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuannya tidak berubah di 0,50 persen.

Dalam sebuah pernyataan, bank sentral mengatakan adanya indikasi lanjutan terhadap pemulihan ekonomi yang terus terjadi, meski secara kalkulus masih terbilang lemah berdasarkan standar historis historical dan tingkat penurunan diharapkan masih akan bertahan dalam jangka beberapa waktu mendatang.

Mantan Gubernur BoE Mervyn King bersama dengan Paul Fisher dan David Miles dapat dikatakan tidak berhasil melakukan upaya untuk meningkatkan stimulus dalam beberapa bulan terakhir.

Seperti biasanya, risalah pertemuan yang akan dipublikasikan pada 17 Juli ini akan menunjukkan alasan mengapa para anggota menghasilkan putusan tersebut dalam pertemuan terkininya.

Sementara itu di ECB, dewan gubernur yang dipimpin presiden ECB Mario Draghi juga melakukan hal yang sama, ECB masih mempertahankan suku bunga pembiayaan di rekor bawah 0,50 persen seperti yang telah diperkirakan sebelumnya.

Pada Mei lalu, suku bungan ECB diturunkan sebesar seperempat basis poin, penurunan untuk pertama kalinya dalam selama sembilan bulan. Bank sentra itu juga mempertahankan fasilitas suku bunga pinjaman di 1 persen untuk bulan kedua, setelah menurunkannya sebesar 50 basis poin pada Mei silam. Dan suku bunga deposito juga tidak berubah di nol persen.