Jepang beberkan paket perubahan

Di saat investor dunia kembali acuhkan pemulihan Jepang, Perdana Menteri Shinzo Abe justru ungkapkan sebuah ‘cetak biru’ yang cukup ambisius pada hari ini, tengah hari waktu Tokyo, untuk mengangkat mendongkrak prospek pertumbuhan jangka panjang Jepang, menjanjikan sejumlah paket reformasi dari pasar pertanian dan energi yang mengalami stagnansi hingga keringanan pajak baru sehingga mampu meningkatkan investasi asing dan modal gabungan.

Cetak biru tersebut memuat ketentuan yang dapat memiliki dampak jangka pendek pasar, bahkan jika tidak mempengaruhi pertumbuhan jangka panjang, khususnya, rekomendasi untuk melonggarkan aturan investasi untuk dana pensiun publik raksasa Jepang, yang memungkinkan mereka untuk membeli lebih banyak saham dan mengurangi sebagian kestabilannya, meski hasil rendah, dan obligasi pemerintah.

Strategi pertumbuhan yang telah lama dinantikan ini diciptakan untuk melengkapi langkah stimulus fiskal dan moneter yang telah menghentak pasar menghindari beberapa keputusan tegas yang banyak ekonom sebutkan masih perlu dibenahi lagi akar penyebab terpuruknya ekonomi Jepang yang berkepanjangan. Ini hanya mencakup langkah ringan untuk memudahkan raksasa industri untuk menyempitkan gaji yang secara luas terlihat terlalu membengkak jika melihat kondisi permintaan saat ini.

Pidato Abe dilakukan di waktu yang sangat sensitif bagi pasar keuangan. Setelah mencatat kenaikan lebih dari 80% sejak pertengahan November silam, tatkala Abe memulai kampanye pemilunya, pasar saham Jepang kembali tertarik turun, dengan indeks Nikkei Stock Average merosot lebih dari 15% selama 10 hari terakhir.

"Sekarang, inilah saatnya Jepang menjadi penggerak ekonomi global," sebut Abe dalam pidato yang disampaikannya di Tokyo.

Gebrakan paket ekonomi ketiga Abe ini bertujuan untuk menunjukkan kalau startegi Abenomic-nya yang sangat dipantau ini melampaui dua upaya pertama sebelumnya belanja kerja publik baru yang besar dan meningkatkan persediaan uang yang membuat saham meningkat sebelum koreksi saat ini. Seperti yang disampaikannya dalam pidatonya: "Tujuan dari Abenomics adalah untuk buah pertumbuhan ekonomi riil untuk pekerja keras, money game yang tidak bijaksana."

Para pejabat mengatakan, jika jadi diterapkan, rencana tersebut akan mengakhiri masa deflasi Jepang dan mengubahnya menjadi ekspansi rata-rata 2% per tahun dalam dekade mendatang, lebih dari dua kali lipat melampaui laju dalam 10 tahun terakhir. Dengan target perawatan kesehatan, peralatan medis dan obat-obatan sebagai sektor pertumbuhan utama.

Sementara administrasi ungkap paket penuh untuk pertama kalinya pada Rabu, hari ini, Abe umumkan beberapa proposal di awal pidatonya, yang disebut dengan insentif untuk mendongkrak belanja modal dan meningkatkan ekspor pertanian.