Langkah ECB ini guna menghambat resesi

European Central Bank (ECB) pangkas suku bunga acuannya mencapai rekor baru di Kamis, dalam sebuah upaya menghambat zona euro menghadapi resesi terpanjang di lebih dari 40 tahun terakhir.

Seperti yang telah diduga sebelumnya, dewan gubernur ECB memutuskan untuk menurunkan suku bungan pembiayaan utama sebesar 0,25 persentase poin menjadi 0,50%. Suku bunga ini sendiri akan menentukan biaya lebih dari EUR850 miliar dalam bentuk pinjaman ECB, yang telah berad di angka 0,75% sejak Juli yahun lalu.

Sejak bulan tersebut pula, ECB telah memusatkan perhatian lebih pada langkah kebijakan moneter non baku guna menudkung perekonomian, semuanya melalui penciptaan program baru pembelian obligasi pemerintah, yang dikenal dengan Outright Monetary Transactions (OMTs).

Penciptaan OMTs pada September lalu telah menyebabkan pertumbuhan drastic terhadap sentimen pasar financial kawasan eropa bahkan tanpa penggunaan program tersebut. Biaya pinjaman untuk pemerintahan negara di kawasan seperti Spanyol dan Italia, yang masyarakat anggap berada dalam bahaya jika meninggalkan euro di bawah beban utang dalam negeri, telah merosot tajam sejak itu, dan saat ini mendekati level terendah 30 bulan.

Selain suku bunga pembiayaan, dewan gubernur masih mempertahankan suku bunga deposito di 0% namun memangkas marjin suku bunga pinjaman menjadi 1,00% dari 1,50%. Para pejabat ECB telah lama mendesak untuk penurunan suku bunga deposito di bawah nol, sadar konsekuensi yang tidak diinginkan mungkin memiliki baik profitabilitas perbankan maupun pada perilaku menabung rumah tangga.

Pasca dirilisnya data tersebut, euro terpantau bergerak tipis terhadap dollar. Dan hingga menjelang tengah hari waktu GMT, euro diperdagangkan di level $1,3160.