Penurunan Cpi karena rendahnya harga gas

Inflasi harga pada tingkat konsumen di AS sedikit menyusut pada bulan Maret, karena harga produk bensin dan energi lainnya mencatat penurunan.

indeks harga konsumen, CPI, Yang disesuaikan secara musiman, turun 0,2% pada bulan lalu, data dari Departemen Tenaga Kerja Selasa menunjukkan, setelah indeks untuk harga bensin menurun 4,4%. Harga energi secara keseluruhan turun 2,6%, di saat harga untuk listrik juga menurun. Namun, inflasi harga "inti", yang tidak termasuk harga pangan dan komponen energy yang cenderung tidak stabil, hanya naik tipis 0,1%.

Dalam survei yang dilakukan Dow Jones Newswires, para ekonom memperkirakan inflasi keseluruhan mencatat penurunan 0,1% dan harga inti naik 0,2%.

Penurunan biaya energi ini sebagian terhambat oleh indeks pangan yang tidak mengalami perubahan, settelah harga susu turun meski harga sereal dan produk roti naik. Biaya penginapan, tiket pesawat dan biaya perawatan kesehatan meningkat. Kenaikan ini lebih dari mengimbangi penurunan untuk pakaian, perlatan rumah tangga, dan tembakau, Departemen Tenaga Kerja mengatakan.

pada laju tahunan, inflasi di tingkat konsumen naik 1,5% dan inflasi inti naik 1,9%. The Fed menargetkan tingkat inflasi tahunan sebesar 2,0%.

Sebuah laporan terpisah Selasa menunjukkan, pendapatan bersih rata-rata mingguan tenaga kerja Amerika naik 0,5% karena rata-rata hari kerja dan pendapatan per jam meningkat.

Pasca dirilisnya data tersebut, dolar konsolidasi pada level 1.3139 terhadap euru, yang sebelumnya sempat diperdagangkan pada level 1,3148 di perdagangan sore eropa, yang merupakan level tertinggi euro sejak 28 Februari. Greenback juga mencatat kenaikan terhadap pound, dengan maga uang inggris tersebut hanya mencatat kenaikan 0,17% terhadap dolar dan diperdagangkan pada level 1,5312.

Selain itu, greenback juga mencatat kenaikan terhadap yen, naik 1,15% diperdagangkan pada level 97,92, namun dolar AS melemah terhadap swiss franc, turun 0,57% diperdagangkan pada level 0,9257.