(Vibiznews Stock) Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) minggu kemarin, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup naik 44,99 poin (1,00%) ke level 4.548,24 (13/2). Melonjaknya mayoritas bursa Regional Asia kemarin didorong oleh pernyataan Haruhiko kuroda selaku kandidat potensial Bank of Japan yang mengatakan bahwa masih ada ruang besar untuk melakukan pelonggaran kebijakan moneter.

Semalam bursa Wall Street ditutup mixed dimana Dow Jones naik 47,46 poin (0,34%), S&P menguat 2,42 poin (0,16%) dan indeks Nasdaq ditutup terkoreksi 5,51 poin (-0,17%). Begitu juga dengan bursa regional Asia dibuka mixeddimana Nikkei sempat melemah 5,27 poin (-0,12%) dan Kospi sempat naik 8,55 poin (0,44%).

Secara teknikal saat ini IHSG berada pada pola uptrend. Penguatan yang terjadi pada perdagangan kemarin kembali mendorong naik IHSG dari aksi jual yang sempat terjadi akhir pekan kemarin. Beberapa indikator seperti MACD maupun Stochastic terdorong naik meskipun sudah berada pda titik jenuh beli. Sedangkan untuk indikator SMA 200 masih bergerak pada pola bullish.

Diperkirakan hari ini IHSG cenderung rawan akan koreksi. Penguatan yang terjadi signifikan sepanjang beberapa hari terakhir membuat trend sudah berada pada titik jenuh beli yang rawan akan adanya koreksi. Sedangkan melambatkan penguatan yang terjadi di bursa Asia pagi ini juga berpotensi meredap aksi beli saham dalam negeri.

Adapun saham saham yang dapat diperhatikan pada perdagangan hari ini adalah ASII, BMRI, INDF, GGRM dan UNVR.