Walaupun inflasi Mei di bawah ekspektasi pasar (inflasi Mei 1.41% sementara ekspektasi pasar 1.52%) tapi ternyata tidak membuat ihsg naik. Biasanya setiap data yg dikeluarkan sesuai harapan pasar atau lebih baik bisa mjd sentimen positif utk pergerakan indeks. Namun kemarin yg terjadi justru sebaliknya.

Pada sesi 1 ihsg hanya minus 1.52 poin (sebelum pengumuman inflasi), tapi setelah tingkat inflasi diumumkan terlihat ihsg cenderung terus melemah hingga ditutup turun 16 poin.

Banyak yg mengatakan walaupun inflasi Mei di bawah ekspektasi pasar tapi investor masih khawatir dgn tingkat inflasi di bulan-bulan mendatang. Harga BBM yg baru dinaikkan akhir Mei lalu belum terefleksi di inflasi bulan Mei.

Jadi pelaku pasar melihat ke depan bahwa inflasi ke depan masih akan tetap tinggi bahkan bisa lebih tinggi dari saat ini.

Jadi memang utk saat ini sebaiknya investor bermain cepat/jangka pendek. Beli saham-saham berfundamental bagus yg sudah murah/turun dan segera jual bila sudah naik sambil melihat perkembangan lagi.

Banyak juga yg bertanya naik berapa persen baru dijual ? Ini relatif, bila memang berani mengambil resiko lebih besar (dalam arti tidak takut jika turun lagi) maka pasang target lebih besar misal di atas 5% baru dijual, jika tidak berani mengambil resiko untung 2-3 persen pun harus rela di lepas